Kamis, 25 Oktober 2012
Akuntansi Pemerintahan di Nigeria
Dalam setiap negara, pastilah masing-masing memiliki berbagai aturan yang berbeda. Itu juga berlaku pada Sistem Akuntansi Pemerintahannya. Berbeda negara, pasti Sistem Akuntansi Pemerintahannya. kali ini, saya mencoba berbagi tentang Akuntansi Pemerintah di Nigeria. Untuk lebih memahami, bisa langsung klik di sini => Government Financial Reporting and Public Accountability in Nigeria
Rabu, 17 Oktober 2012
Rabu, 03 Oktober 2012
APBD GUNUNGKIDUL
Setelah membahas mengenai APBN, RAPBN-P, belum lengkap rasanya
kalo nggak mbahas mengenai APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) salah
satu propinsi atau kabupaten yang ada di Indonesia..
Maka dari itu, sekarang kita bakal membahas APBD dari salah satu
kabupaten yang ada di Yogyakarta, yaitu Kab. Gunungkidul.
Belum tau Gunungkidul? Kalo pada Tanya Gunungkidul tuh sebelah
mananya Malioboro, aku bakal jawab jauuuuhh bangeet.. >.<
Sesuai namanya,
Gunungkidul, kita harus naik gunung dulu baru nyampe kesana. Disana tuh banyak
pantai-pantai yang bagus banget lohh, kaya pantai Baron, Kukup, Krak….
STOOOOP!! Kenapa jadi
mbahas pantai ???
Okeee.. sekarang aku bakal mbahas sedikit APBD Kab. Gunungkidul
untuk Tahun Anggaran 2004.
Jumlah pendapatan yang dianggarkan untuk tahun 2004 adalah
sebesar Rp 344.978.851.054,27 (yang terdiri dari
Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 21.829.790.500,00, Pendapatan Dana
Perimbangan Rp 305.139.060.554,27, dan Pendapatan Lain-lain yang
Sah Rp 18.010.000.000,00). Namun dalam realisasinya, pendapatan yang diterima
hanya sebesar 340.447.495.865,81 (Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp
19.715.647.666,78, Pendapatan Dana Perimbangan sebesar Rp 303.036.810.386,03,
dan Pendapatan Lain-lain yang Sah Rp 17.695.037.813,00).
Sedangkan untuk Pembelanjaan atau Pengeluarannya sendiri, dianggarkan
sebesar Rp 383.238.864.225,00, dalam realisasinya pengeluaran untuk
pembelanjaan hanya sebesar Rp 347.112.283.629,59. Namun tetap saja Pemerintah
Kabupaten Gunungkidul mengalami defisit sebesar Rp 6.664.787.763,78.
Untuk lebih jelasnya lagi, langsung klik disinii..
Senin, 01 Oktober 2012
RAPBN 2013
Setelah sebelumnya membahas mengenai
APBN, sekarang kita akan membahas mengenai RAPBN (Rancangan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara).
Dalam RAPBN 2013, pemerintah menargetkan akan memperoleh
pendapatan sebesar Rp 1.507,7 miliar (yang berasal dari penerimaan dalam negeri sebesar Rp 1.503,3 miliar, dan
penerimaan hibah Rp 4,5 miliar). Sedangkan dalam APBNP 2012 pemerintah memperoleh
pendapatan sebesar Rp 1.358,2 miliar.
Untuk belanja Negara dalam RAPBN 2013, pemerintah
berencana akan mengeluarkan dana sebesar Rp 1.657,9 miliar, namun dalam APBNP,
pendapatan pemerintah hanya sebesar Rp 150,2 miliar.
Selisih yang terjadi antara RAPBN dengan APBNP 2012
mengakibatkan terjadinya defisit sebesar Rp 150,2 miliar. Defisit ini akan
ditutupi oleh pembiayaan dari dalam negeri sebesar Rp 169,6 miliar, dan dari
luar negeri Rp 19,5 miliar.
Untuk lebih jelasnya, bisa langsung klik disini..
APBN 2012
Hai..hai..
Kali ini aku mau sedikit membahas
mengenai APBN (Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara) untuk Tahun Anggaran 2012.
Apa sih APBN itu?
APBN itu merupakan rancangan keuangan tahunan Negara yang
telah disetujui oleh para wakil rakyat kita (read: DPR) didalamnya tuh berisi
tentang penerimaan dan belanja Negara kita selama satu tahun anggaran (1
January – 31 Desember).
Okee.. sekarang kita mulai aja ya ..
Dalam RAPBN-P 2012, pemerintah
merencanakan menerima pendapatan dan hibah sebesar Rp 1.344.476,8 miliar (pendapatan Rp 1.343.651,7 miliar
dan penerimaan hibah sebesar Rp 825,1 miliar). Sedangkan realisasi yang terjadi
di tahun 2012 (APBN 2012) pemerintah memperoleh pendapatan dan hibah sebesar Rp
1.311.386,7 miliar (pendapatan Rp 1.310.561,6 miliar, dan penerimaan hibah
sebesar Rp 825,1 miliar). Itu berarti APBN kita mengalami peningkatan sebesar
Rp 33.090,1 miliar.
Untuk pengeluaran atau belanja, dalam RAPBN-P 2012
pemerintah berencana untuk mengeluarkan dana sebesar Rp 1.534.582,1 miliar (belanja
pemerintah pusat sebesar Rp 1.058.318,4 miliar, dan transfer ke daerah sebesar
Rp 476.263,7 miliar). Dalam realisasinya, pengeluaran pemerintah adalah sebesar
Rp 1.435.406,7 miliar (belanja pemerintah pusat Rp 964.997,3 miliar, dan
transfer ke daerah sebesar Rp 470.409,5 miliar). Pemerintah mengalami
peningkatan sebesar Rp 99.175,4 miliar.
Jumlah Pendapatan Negara dan Hibah lebih kecil jika
dibandingkan dengan Belanja Negara, sehingga pemerintah mengalami defisit sebesar
Rp 124.020,0 miliar. Defisit ini akan ditutupi oleh pembiayaan dari dalam
negeri sebesar Rp 125.912,3 miliar, dan pembiayaan dari luar negeri Rp 1.892,3
miliar.
Nah untuk lebih jelasnya, bisa langsung klik disini..
Langganan:
Komentar (Atom)
