Tugas minggu ini untuk mata kuliah Auditing II adalah menjelaskan bagaimana tahap-tahap dalam perencanaan auditing.
Tugas ini juga merupakan tugas kelompok, anggota kelompok ini yaitu
Reni Setiyani (C1C010034)
Linda Kusuma W (C1C010042)
Indri Zulis S (C1C010064)
Cynthya Rhismalia A (C1C010070)
Dita Septi P (C1C010084)
Berikut ini merupakan tahap-tahap yang harus dilakukan seorang auditor dalam merencanakan proses audit:
- Memahami Bisnis dan Industri Klien
Auditor harus memiliki pengetahuan tentang bisnis kliennya agar memahami
kejadian, transakasi, dan praktik yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap
laporan keuangan.
Untuk dapat memperoleh pemahaman bisnis dan industry klien, auditor dapat
memperoleh informasi dari:
a.
Pengalaman
sebelumnya tentang Entitas dan Industrinya
Dengan
cara mereview kertas kerja audit tahun-tahun sebelumnya, auditor dapat
mengingat kembali mengenai kebijakan-kebijakan klien, organisasi, dan pengendalan
intern.
b.
Diskusi dengan
Orang dalam Entitas
Narasumber
yang dapat diharapkan oleh auditor untuk memperoleh informasi tentang
perusahaan klien diantaranya adalah Komite audit, direktur, dan personel
operasi.
c.
Diskusi dengan
Personel dari funggsi Audit Intern dan Review terhadap Laporan Auditor Intern
Auditor
intern merupakan sumber informasi untuk memahami kekuatan dan kelemahan pengendalian
intern yang diterapkan dalam organisasi entitas dalam menjaga keandalan informasi
yang disajikan dalam laporan keuangan. Review terhadap laporan auditor intern merupakan
cara yang efektif untuk memahami pengendalian intern yang diberlakukan dalam organisasi
entitas.
d. Diskusi dengan
Auditor Lain dan dengan Penasihat Hukum atau Penasihat Lain yang telah
Memberikan Jasa kepada Entitas atau dalam Industri.
Auditor
dapat berkomunikasi dengan auditor lain yang ditahun sebelumya telah melakukan
audit atas laporan keuangan entitas untuk memperoleh pemahaman untuk bisnis
entitas. Auditor juga dapat berkomunikasi dengan penasihat hukum atau penasihat
lain untuk memperoleh informasi tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh
perusahaan dalam bisnisnya.
e.
Publikasi yang
Berkaitan dengan Industri
Ini
diperlukan bagi auditor agar ia dapat melaksanakan audit dengan baik. Pengetahuan
mengenai industri yang menjadi tempat usaha klien dapat diperoleh dengan berbagai
cara meminta keterangan dari klien, berlangganan majalah yang dikeluarkan oleh
organisasi industri yang bersangkutan, dan aktif berpartisipasi dalam
perkumpulan berbagai industri atau program-program latihan yangdiselenggarakan
oleh berbagi industri.
f.
Kunjungan Ke
Tempat atau Fasilitas Pabrik Entitas
Auditor
dapat memperoleh pengetahuan mengenai tata letak pabrik, proses produksi,
produk-produk utama perusahaan, dan penjagaan fisik terhadap aktiva perusahaan.
g.
Perundangan
dan Peraturan yang secara Signifikan Berdampak terhadap Entitas
Dalam
perencanaan auditnya, auditor perlu mempertimbangan dampak berbagai peraturan
perundangan yang dikeluarkan pemerintah yang berdampak terhadap bisnis klien. Peraturan
pemerintah yang dapat berdampak bagi bisnis klien diantaranya adalah peraturan
ekspor, peraturan kredit, peraturan penanaman modal, dan peraturan perpajakan.
h.
Dokumen yang
Dihasilkan oleh Entitas
Berbagai
dokumen yang dihasilkan oleh entitas sebagai sumber informasi untuk memahami
bisnis entitas:
a. bahan yang dikirim kepada pemegang
saham dan diserahkan kepada badan pengatur
b. buku-buku promosi
c. laporan keuangan dan laporan tahunan
tahun sebelumnya
d. anggaran
e. laporan manajemen intern
2. Melaksanakan Prosedur Analitik
Prosedur analitik perlu dilakukan oleh
auditor agar auditor dapat meningkatkan pemahamannya atas usaha klien.
Tahap-tahap
Prosedur Analitik
a. Mengidentifikasi
perhitungan/perbandingan yang harus dibuat
Auditor
biasanya melaksanakan prosedur analitik dengan menggunakan data agregasi
(gabungan, kumpulan), data perusahaan secara keseluruhan yang didasarkan pada
data gabungan sampai dengan bulan dilakukannya prosedur analitik atau pada data
proyeksi tahunan.
b.
Mengembangkan Harapan
Auditor
perlu mengembangkan harapan sebagai dasar untuk membandingkan perhitungan
dan ratio yang dibuat dalam prosedur anallitik.
c. Melaksanakan
Perhitungan/perbandingan.
Auditor
mengumpulkan data yang akan dipakai dalam penghitungan perbedaan jumlah absolute
atau presentase sekarang dibandingkan dengan jumlah atau presentase tahun yang
lalu.
d.
Menganalisis Data dan Mengidentifikasi
Perbedaan Signifikan.
Data yang
telah dikumpulkan kemudian dibandingkan dengan harapan yang dikembangkan
olehauditor untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan yang terjadi.
e. Menyelidiki
Perbedaan Signifikan yang tidak Terduga dan MengevaluasiPerbedaan Signifikan.
f.
Menentukan Dampak Hasil Prosedur
Analitik terhadap PerencanaanAudit.
Perbedaan
signifikan yang tidak terduga biasanya dipandang oleh auditor sebagai
petunjuk meningkatnya risiko salah saji dalam akun atau berbagai akun yang
bersangkutan dengan perhitungan dan perbandingan.
3.
Mempertimbangkan Tingkat Materialitas Awal
Materialitas awal pada tingkat laporan perlu ditetapkan oleh
auditor karena pendapat auditor atas kewajaran laporan keuangan diterapkan pada
laporan keuangan sebagai keseluruhan.
4. Mempertimbangkan
Risiko Bawaan
Auditor merumuskan pendapatnya atas laporan keuangan secara
keseluruhan berdasarkan bukti audit yang diperoleh melalui verifikasi asersi
yang berkaitan dengan saldo akun secara individual atau golongan transaksi.
- 5. Mempertimbangkan Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap Saldo Awal, jika Perikatan Audit Merupakan Audit tahun Pertama.
Auditor harus memperoleh bukti audit
kompeten yang cukup untuk meyakini bahwa.
a. Saldo awal tidak mengandung salah
saji yang mepunyai dampak material terhadap laporan keuangan tahun berjalan.
b. Saldo penutup tahun sebelumnya telah
ditransfer dengan benar ke tahun yang berjalan atutelah dinyatakan kembali,
jika hal itu semestinya dilakukan.
c. Kebijakan akuntasi yang semestinya
telah diterapkan secara konsisten
- 6. Mengembangkan strategi Audit awal terhadap Asersi Signifikan
Karena keterkaitan antara bukti
audit, materialitas, dan komponen risiko audit, auditor dapat memilih strategi
audit awal dalam perencanaan audit terhadap asersi individual atau golongan transaksi.
Ada dua strategi audit awal yang dapat dipilih oleh auditor:
a. primarily substantive approach
b. lover assessed level of control risk
approach
- 7. Me-review Informasi yang berhubungan dengan Kewajiban-kewajiban Legal klien.
Auditor perlu memahami
kewajiban-kewajiban legal dalam perjanjian-perjanjian yang menyangkut klien.
Informasi tersebut tercantum dalam dokumen-dokumen berikut ini:
1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga, Copy akte pendirian dan anggaran rumah tangga yang diperoleh auditor
dalam audit yang pertama disimpan dalam arsip permanen untuk kepentingan audit
selanjutnya.
2. Dalam audit berikutnya, auditor
harus memperbaharui informasi yang terdapat dalam akte pendirian dananggaran
rumah tangga tersebut dengan menambah copy perubahan-perubahan terhadap dokumen-dokumen
tersebut dalam arssip permanen.
Perjanjian Persekutuan
3.
Notulen Rapat
Direksi dan Pemegang Saham.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar